Derbi Mataram PSIM vs Persis Solo Malam Ini

Derbi Mataram PSIM vs Persis Solo Malam Ini

Derbi Mataram PSIM vs Persis Solo Malam Ini. Derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo dalam lanjutan Super League 2025/2026 berakhir tanpa pemenang, dengan skor imbang 0-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat sore, 6 Februari 2026. Laga pekan ke-20 ini menyajikan tensi tinggi khas rivalitas kedua tim asal Jawa Tengah dan DIY, tapi keduanya gagal memecah kebuntuan meski saling menekan sepanjang 90 menit. PSIM, yang bertindak sebagai tuan rumah, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang, sementara Persis bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Hasil ini membuat PSIM tetap di peringkat ketujuh dengan 31 poin dari 20 laga, sementara Persis Solo terpuruk di dasar klasemen dengan hanya 11 poin. Duel ini bukan hanya soal poin, tapi juga gengsi antara dua klub bersejarah yang pernah bersaing ketat di level bawah sebelum promosi ke kasta tertinggi. Atmosfer stadion dipenuhi suporter kedua kubu, meski tanpa insiden berarti, menjadikan laga ini sebagai highlight pekan ini di kompetisi domestik. REVIEW FILM

Jalannya Pertandingan: Derbi Mataram PSIM vs Persis Solo Malam Ini

Babak pertama dimulai dengan tempo sedang, di mana PSIM langsung mengambil inisiatif sebagai tuan rumah. Mereka mengontrol permainan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen, tapi pertahanan Persis yang dikawal Luka Dumancic dan Kadek Raditya sulit ditembus. Peluang pertama datang dari Nermin Haljeta pada menit ke-20, saat ia melepaskan overhead kick spektakuler memanfaatkan umpan silang dari Abiyoso, tapi bola berhasil dihalau Raditya di garis gawang. Tak lama berselang, Fahreza Sudin mendapat kesempatan emas berhadapan satu lawan satu dengan kiper Persis, Vukasin Vranes, setelah lolos dari jebakan offside. Sayang, tembakannya masih bisa ditepis Vranes, yang tampil solid sepanjang laga. Persis sesekali mengancam lewat counter-attack, tapi upaya Yabes Roni dan Roman Papariga masih mentah karena kurang akurat. Babak pertama ditutup tanpa gol, dengan PSIM mencatatkan empat tembakan tepat sasaran berbanding satu dari Persis.
Memasuki babak kedua, intensitas meningkat. Pelatih PSIM, Endra Bayu, memasukkan pemain pengganti untuk menambah daya gedor, sementara Persis tetap bertahan dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel. Pada menit ke-55, PSIM nyaris unggul saat Abiyoso menusuk dari sisi kiri dan memberikan umpan tarik ke Ezequiel Vidal, yang melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh tapi meleset tipis. Persis balas mengancam di menit ke-75 melalui Roman Papariga, yang menyambut bola rebound di kotak penalti tapi sepakannya ditepis kiper PSIM, Cahya Supriadi. Momen krusial terjadi di menit ke-78, ketika Ramos Mingo menyundul bola dari sepak pojok Ze Valente, tapi bola hanya membentur tiang gawang. Menjelang akhir laga, pada menit ke-81, PSIM mengklaim handball oleh Raditya di kotak penalti, tapi wasit memutuskan tidak ada pelanggaran setelah berkonsultasi dengan asisten, tanpa mengecek VAR. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang, dengan total 12 tembakan dari PSIM (enam on target) dan enam dari Persis (dua on target). Kedua tim tampil disiplin, hanya ada tiga kartu kuning sepanjang pertandingan.

Penampilan Pemain Kunci: Derbi Mataram PSIM vs Persis Solo Malam Ini

Beberapa pemain mencuri perhatian di laga ini. Di kubu PSIM, Nermin Haljeta menjadi motor serangan dengan overhead kick yang hampir ikonik, meski tak berbuah gol. Fahreza Sudin energik di lini tengah, menciptakan peluang tapi kurang klinis dalam penyelesaian. Ezequiel Vidal dan Abiyoso jadi ancaman di sayap, dengan kombinasi mereka nyaris memecah kebuntuan. Di belakang, Ramos Mingo solid bertahan dan nyaris jadi pahlawan lewat sundulannya. Kiper Cahya Supriadi tampil tenang, menepis sepakan Papariga yang berbahaya. Secara keseluruhan, lini tengah PSIM seperti Rahmatshoh Rahmatzoda dan Ze Valente mengendalikan ritme, tapi kurang kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Sementara itu, Persis Solo mengandalkan Vukasin Vranes sebagai benteng terakhir. Kiper Serbia ini bermain cemerlang, menggagalkan peluang satu lawan satu Sudin dan beberapa tendangan jarak jauh. Kadek Raditya jadi pilar pertahanan, menghalau overhead Haljeta dan terlibat kontroversi handball. Di depan, Roman Papariga aktif mencari ruang, meski sepakannya masih bisa ditepis. Yabes Roni dan Irfan Jauhari berusaha membangun serangan, tapi kurang dukungan dari gelandang seperti Andrei Alba. Pelatih Persis, Milomir Seslija, memuji pertahanan timnya yang kompak, meski menyesalkan kurangnya ketajaman di depan. Susunan pemain PSIM: Cahya Supriadi; Ramos Mingo, Rendra Teddy, Yusaku Yamadera, Raka Cahyana; Fahreza Sudin, Rahmatshoh Rahmatzoda, Ze Valente, Pulga Vidal, Abiyoso; Nermin Haljeta. Persis: Vukasin Vranes; Luka Dumancic, Kadek Raditya, Dusan Mijic, Althaf Indie; Andrei Alba, Zanadin Fariz, Miroslav Maricic; Irfan Jauhari, Yabes Roni; Roman Papariga.

Dampak pada Klasemen dan Prospek

Hasil imbang ini tak mengubah banyak di papan atas, tapi bagi PSIM, satu poin ini menjaga jarak aman dari zona degradasi sambil menjaga asa finis di lima besar. Mereka kini punya 31 poin, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen. Persis Solo, dengan 11 poin, semakin terancam degradasi, hanya unggul satu poin dari tim terbawah. Laga ini mengulangi hasil imbang di pertemuan sebelumnya musim lalu, menunjukkan keseimbangan rivalitas. Ke depan, PSIM akan menghadapi tantangan tandang melawan tim kuat seperti Persib, sementara Persis butuh kemenangan beruntun untuk selamat. Pelatih PSIM Endra Bayu menyebut hasil ini “kurang memuaskan” karena dominasi timnya, tapi memuji semangat pemain. Di sisi Persis, Seslija bilang poin tandang ini “berharga” untuk perjuangan mereka. Derby ini juga menyoroti isu keamanan suporter, dengan kedua kubu menjaga kerukunan meski rivalitas panas.

Kesimpulan

Derbi Mataram PSIM vs Persis Solo berakhir antiklimaks dengan skor 0-0, meski penuh peluang dan tensi. Dominasi PSIM tak cukup untuk menang, sementara ketangguhan Persis menyelamatkan mereka dari kekalahan. Penampilan gemilang kiper kedua tim jadi kunci, tapi kurangnya ketajaman di depan membuat laga ini tanpa gol. Hasil ini mempertahankan status quo di klasemen, tapi menambah cerita panjang rivalitas Mataram. Bagi penggemar, ini pengingat bahwa sepak bola tak selalu soal gol, tapi juga perjuangan dan gengsi. Kedua tim kini fokus ke laga selanjutnya, dengan harapan membalik nasib di sisa musim.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *