Barcelona Kalahkan Albacete 2-1 di Semi Final Copa del Rey. Di musim 2025/2026 yang penuh kejutan, Barcelona berhasil melangkah ke semi-final Copa del Rey setelah mengalahkan Albacete dengan skor 2-1 di babak perempat final. Pertandingan yang digelar di Stadion Carlos Belmonte pada 3 Februari 2026 ini menandai akhir perjalanan impresif Albacete sebagai tim kuda hitam dari divisi kedua, sementara Barcelona mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan. Gol-gol dari Lamine Yamal dan Ronald Araujo membawa keunggulan bagi Blaugrana, meski Albacete sempat membalas lewat Javier Moreno di menit akhir. Kemenangan ini membuat Barcelona menjadi tim pertama yang lolos ke semi-final, di mana mereka akan menjalani dua leg pada Februari dan Maret mendatang. Di bawah arahan Hansi Flick, Barcelona tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 73 persen, tapi harus bekerja keras melawan semangat tuan rumah. Artikel ini akan mengulas jalannya laga, momen penting, serta implikasinya bagi kedua tim di tengah kompetisi yang ketat. BERITA TERKINI
Jalannya Pertandingan: Barcelona Kalahkan Albacete 2-1 di Semi Final Copa del Rey
Pertandingan dimulai dengan Barcelona langsung mengambil inisiatif, menguasai bola sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit José Luis Munuera Montero. Albacete, yang bermain di hadapan 16.745 penonton di kandang sendiri, mengandalkan formasi 5-3-2 untuk menahan gempuran tamu. Barcelona, dengan susunan 4-2-3-1, menurunkan pemain kunci seperti Joan Garcia di gawang, Ronald Araujo di belakang, Frenkie de Jong dan Marc Bernal di tengah, serta lini depan yang dipimpin Lamine Yamal, Dani Olmo, Marcus Rashford, dan Robert Lewandowski. Albacete tampil defensif, tapi mampu menciptakan ancaman sporadis melalui counter-attack.
Di babak pertama, Barcelona mendominasi dengan 73 persen penguasaan bola secara keseluruhan, tapi kesulitan menembus pertahanan rapat Albacete. Peluang pertama datang dari Lewandowski, tapi tendangannya diblok. Albacete nyaris mencetak gol melalui tendangan jarak jauh Agus Medina, tapi Joan Garcia tampil sigap. Gol pembuka akhirnya lahir di menit ke-39: Barcelona merebut bola di area tinggi, Frenkie de Jong mengumpan ke Lamine Yamal, yang kemudian melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh, mengelabui kiper Raúl Lizoain. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Barcelona mencatat 9 tembakan dibandingkan 3 dari Albacete.
Memasuki babak kedua, tempo meningkat. Hansi Flick mempertahankan susunan awal, sementara Albacete mulai lebih berani maju. Gol kedua Barcelona datang di menit ke-56 dari sepak pojok: Umpan akurat dari Olmo disundul Araujo ke gawang, memanfaatkan keunggulan postur. Skor 2-0 membuat Barcelona semakin nyaman, tapi Albacete tak menyerah. Mereka melakukan substitusi untuk menambah daya gedor, dan tekanan mulai terasa. Di menit-menit akhir, Albacete mendapat peluang emas, termasuk sundulan yang ditepis Garcia. Gol balasan akhirnya datang di menit ke-87 melalui Javier Moreno, yang menyundul bola dari situasi bola mati. Injury time berlangsung tegang, dengan Albacete mendorong untuk equalizer, tapi Barcelona bertahan solid hingga peluit panjang. Statistik akhir menunjukkan Barcelona unggul dalam tembakan (17 vs 7), tembakan tepat sasaran (7 vs 3), dan sepak pojok (6 vs 3), sementara kartu kuning dibagikan satu untuk masing-masing tim.
Momen Kunci dan Analisis Taktik: Barcelona Kalahkan Albacete 2-1 di Semi Final Copa del Rey
Momen paling menentukan adalah gol Yamal di menit ke-39, yang memecah kebuntuan dan mengubah dinamika laga. Gol ini lahir dari pressing tinggi Barcelona, strategi khas Flick yang memaksa kesalahan lawan di area berbahaya. Gol Araujo dari corner menegaskan keunggulan Blaugrana dalam set-piece, di mana Araujo menjadi ancaman udara utama. Di sisi lain, gol Moreno di menit ke-87 menjadi momen dramatis, mencerminkan semangat Albacete sebagai giant-killer yang telah menyingkirkan tim-tim besar sebelumnya.
Secara taktik, Flick menerapkan pendekatan penguasaan bola tinggi dengan pressing intensif, memanfaatkan kecepatan Yamal dan Rashford di sayap untuk membongkar pertahanan lima pemain Albacete. De Jong dan Bernal mengontrol lini tengah, sementara Araujo dan Eric Garcia solid di belakang. Namun, Barcelona sempat kesulitan di fase akhir serangan, dengan Lewandowski kurang efektif—hanya satu tembakan tepat sasaran. Albacete, di bawah pelatih mereka, mengandalkan transisi cepat dan pertahanan dalam, tapi kurang presisi dalam finishing, dengan hanya satu save yang dibuat Garcia sepanjang laga. Substitusi Albacete di babak kedua, seperti memasukkan pemain serang, meningkatkan tekanan, tapi meninggalkan celah yang hampir dimanfaatkan Barcelona untuk gol ketiga. Analisis expected goals (xG) kemungkinan tinggi untuk Barcelona, mengingat dominasi mereka, tapi efisiensi Albacete di momen akhir membuat laga tetap kompetitif. Ini menunjukkan evolusi Barcelona di bawah Flick, dari tim yang bergantung pada bakat individu menjadi unit yang lebih terorganisir, sementara Albacete membuktikan bahwa tim divisi bawah bisa bersaing dengan grit.
Reaksi dan Dampak
Reaksi pasca-pertandingan mencerminkan lega di kubu Barcelona dan kebanggaan di Albacete. Hansi Flick memuji ketangguhan timnya, khususnya Araujo yang kembali setelah jeda kesehatan mental, menyebut golnya sebagai langkah penting dalam pemulihannya. Yamal, yang mencetak gol kelimanya dalam enam laga terakhir, disebut sebagai bintang muda yang sedang on fire. Di media sosial, fans Barcelona merayakan lolosnya ke semi-final dengan tagar seperti #CopaDelRey, sementara Flick menekankan fokus pada draw yang akan digelar 6 Februari. Potensi lawan termasuk tim-tim seperti Real Madrid, Atletico, atau Valencia, tergantung hasil perempat final lain.
Bagi Albacete, kekalahan ini menyudahi perjalanan dongeng mereka, tapi pelatih mereka memuji semangat pemain yang tak pernah menyerah. Dampak kemenangan ini besar bagi Barcelona: Meningkatkan moral di tengah perburuan gelar La Liga dan kompetisi Eropa, serta menjaga rekor 16 semi-final dalam 20 tahun terakhir. Ini adalah semi-final ke-62 secara total, underlining dominasi mereka di Copa del Rey. Bagi Albacete, meski tersingkir, performa mereka akan menarik perhatian sponsor dan talenta, sementara kekalahan menambah pengalaman untuk kompetisi domestik. Secara lebih luas, laga ini menyoroti daya tarik Copa del Rey sebagai ajang di mana underdog bisa bersinar, mendorong diskusi tentang format kompetisi yang inklusif. Di chart, Barcelona naik sebagai favorit juara, sementara Albacete kembali fokus ke Segunda División.
Kesimpulan
Barcelona layak lolos ke semi-final Copa del Rey berkat kemenangan 2-1 atas Albacete, yang menunjukkan ketangguhan mereka di tengah tekanan. Gol Yamal dan Araujo menjadi pembeda, meski Albacete memberikan perlawanan sengit hingga akhir. Di bawah Flick, Blaugrana terus menjaga konsistensi, sementara Albacete patut bangga dengan perjalanan mereka. Di tahun 2026 yang kompetitif, laga ini mengingatkan bahwa sepak bola penuh drama, di mana dominasi tak selalu menjamin kemudahan. Barcelona kini menanti draw semi-final, satu langkah lebih dekat ke pertahanan gelar, sementara rival mereka harus belajar dari pengalaman ini.
