Carabao Cup: Arsenal Lolos Final Agg 4-2

Carabao Cup: Arsenal Lolos Final Agg 4-2

Carabao Cup: Arsenal Lolos Final Agg 4-2. Arsenal resmi melaju ke final Carabao Cup 2025/26 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di leg kedua semi-final pada 3 Februari 2026 di Emirates Stadium. Kemenangan itu memastikan agregat 4-2 setelah leg pertama dimenangkan Arsenal 3-2 di Stamford Bridge. Gol tunggal malam itu dicetak Kai Havertz di menit 90+7, tepat saat Chelsea menekan untuk mencari gol penyama. Havertz, yang pernah membela Chelsea, menyelesaikan serangan balik dengan tenang melewati kiper Robert Sánchez. Ini menjadi final pertama Arsenal di kompetisi besar sejak 2020, dan mereka akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Newcastle United di Wembley pada 22 Maret. Kemenangan ini menambah momentum Arsenal yang sedang memimpin Premier League. REVIEW WISATA

Leg Kedua yang Defensif dan Ketat: Carabao Cup: Arsenal Lolos Final Agg 4-2

Pertandingan berlangsung hati-hati dari kedua belah pihak. Arsenal, dengan keunggulan agregat, fokus menjaga clean sheet dan tidak terlalu terbuka. Chelsea butuh setidaknya satu gol untuk memaksa extra time, tapi mereka kesulitan menembus pertahanan solid The Gunners. Sepanjang 90 menit plus injury time, peluang bersih minim—kedua tim hanya punya sedikit tembakan on target. Arsenal menguasai bola lebih banyak, tapi Chelsea punya tendangan sudut lebih banyak di paruh kedua. David Raya di gawang Arsenal tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting. Chelsea mendorong di akhir, tapi Arsenal bertahan dengan disiplin hingga momen counter mematikan datang. Atmosfer Emirates memuncak seiring waktu berjalan, dan suporter tuan rumah terus mendorong tim untuk tidak lengah.

Gol Dramatis Havertz di Menit Akhir: Carabao Cup: Arsenal Lolos Final Agg 4-2

Gol penentu lahir dari serangan balik cepat di injury time. Leandro Trossard mengirim umpan panjang ke Declan Rice, yang lari melewati setengah lapangan lalu mengirim bola akurat ke Havertz di kotak penalti. Havertz, yang masuk sebagai pengganti setelah pulih dari cedera, tenang mengelabui Sánchez dan menyontek bola ke gawang kosong. Gol ini bukan hanya menyegel kemenangan malam itu, tapi juga agregat 4-2. Selebrasi Havertz langsung menunjuk badge Arsenal, disusul banjir pemain dan staf yang berlari ke lapangan. Momen ini disebut sebagai klimaks ultimate, mengingat timing-nya yang sempurna dan fakta bahwa Havertz mencetak gol melawan mantan klubnya. Rice jadi arsitek utama, sementara pertahanan Arsenal—dipimpin Saliba dan Gabriel—memastikan tidak ada celah hingga detik terakhir.

Dampak bagi Arsenal dan Prospek di Final

Kemenangan ini menjadi pencapaian besar bagi Mikel Arteta dan skuadnya. Arsenal kembali ke Wembley setelah absen panjang di final besar, dan ini bisa jadi trofi pertama sejak FA Cup 2020. Arteta memuji pertahanan tim yang luar biasa serta ketenangan Havertz di momen krusial. Havertz membuktikan nilai dirinya sebagai difference-maker, terutama setelah sempat diragukan di awal kariernya di Arsenal. Final mendatang akan jadi ujian berat, apakah melawan Manchester City yang dominan atau Newcastle yang sedang naik daun. Arsenal punya peluang merebut Carabao Cup pertama sejak 1993, dan ini bisa memicu musim yang lebih besar dengan potensi quadruple. Chelsea, di sisi lain, harus mengevaluasi pendekatan mereka di bawah Liam Rosenior, terutama di laga knockout di mana mereka gagal memanfaatkan tekanan akhir. Fokus mereka kini bergeser ke liga dan kompetisi lain.

Kesimpulan

Arsenal lolos ke final Carabao Cup dengan agregat 4-2 atas Chelsea berkat gol dramatis Kai Havertz di menit akhir leg kedua. Dari pertandingan ketat tanpa banyak peluang, momen counter Rice-Havertz jadi penentu yang mengirim The Gunners ke Wembley. Ini langkah penting menuju trofi pertama dalam beberapa tahun, dan final 22 Maret akan jadi panggung besar bagi Arteta cs. Malam di Emirates ini bukti ketangguhan Arsenal, dan cerita Havertz menambah rasa manis di derby London. Musim ini semakin menjanjikan bagi pendukung The Gunners.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *